[ Kajian ] Dahsyatnya Doa – Ust. Khalid Basalamah

Assalamualaikum teman2, mau share sesuatu deh. Ada ilmu bagus bgt nih buat dishare, kl free monggo yuk dibaca 🙂

Tentang doa. Yg terlintas kl denger “doa” apa?. Solatkah? Doa mau makan? Doa mau tidur?. Beberapa org mikirnya doa itu saat selepas solat aja ya, pdhl doa itu tidak dibatasi hanya setelah solat loh. Doa itu menembus ruang dan waktu *tsah* 🙂

Doa dalam istilah itu artinya meminta, memohon, berhajat hanya sama Allah. Doa itu bukti komunikasi hamba sama Penciptanya, coba liat QS. Ghafir:60. Disitu Allah sendiri yg minta kita untuk berdoa sama Dia. Allah itu punya sifat dimana kl kita gak minta sama Dia, maka Dia akan marah (HR. Tirmidzi).

Doa itu curhatan manusia ke Allah. Doa itu ada yg udah ditentukan waktu/tempatnya (mis: doa makan, tidur, masuk toilet, dll) dan ada doa yg tidak ditentukan waktu dan tempatnya. Tapi terkadang, manusia malah membatasi doanya. Hanya pas habis solat, hanya pas mau ujian, hanya pas lg ada musibah, dsb. Bahkan banyak jg yg mindsetnya salah, berfikir kalo doa diletakkan setelah ikhtiar. Itu salah loh. Coba sekarang renungkan deh brp banyak org yg lg sakit, dia minta tlgnya lgsg sama dokter buat disembuhkan, menganggap kesembuhan itu krn dokternya yg pengalaman lah, yg udah expertlah, pdhl yg kasih sakit itu Allah, yg nyembuhin ya Dia juga. Seharusnya, ketika kita sakit, minta dulu kesembuhan sama Allah baru jadikan dokter itu media perantara kesembuhannya. Sebelum berobat ngadu dulu sama Allah, “ya Allah aku sakit nih, sembuhkan aku Rabb. Jadikan berobatku ke dokter sbg ikhtiarku untuk sembuh ya”. Begitu kurang lbh seharusnya. Semakin dekat seorang hamba sama Pemiliknya, semakin lantunan doa itu seperti komunikasi biasa, jd kayak ngobrol sama Allah.

Doa itu inti dr ibadah, bentuk komunikasi dan ketaatan sama Allah. Dalam sholat, 90% adalah doa. Makanya org yg ga sholat itu, org yg keterlaluan sombongnya. Org yg ngerasa gak butuh bantuan Allah. Pdhl begitu baiknya Allah, sama org tipe begini aja Allah masih kasih oksigen buat dia hirup. Nanti kalo udah dititipin nikmat cobaan, baru deh agak mikir. Naudzubillah semoga kita semua bukan tipe manusia sprti itu ya. 😇

Ada 3 poin besar dalam bahasan doa ini:
1. Pahamilah doa itu ibadah. “Doa adalah inti ibadah” (HR. Tirmudzi). Org yg udah terbiasa doa sama Allah, dia gak akan gelisah sama dunia. Dia gantungkan segalanya ke Allah, bahkan hanya sekedar perkara sandal jepit yg putus. Doa itu abstrak tp nyata balasannya. Percaya deh Allah itu gak akan sia2kan doa tiap hambaNya. Tidak akan pernah!

2. Pahamilah kalau doa itu punya tahapan. Sebuah hadist sahih bilang “Tidak ada seorang muslim berdoa di muka bumi ini, kecuali Allah berikan langsung, Allah hilangkan kesusahan yg akan datang padanya, dan Allah simpan sebagai panen di akhirat”. Jd memang Allah gak pernah main2 sama doa2 hambaNya. Semuanya pasti diijabah, tapi di waktu yang tepat menurut Dia.

Ada sebuah kisah nyata dimana seorang ikhwan soleh sudah melamar akhwat dan akan menikah 3 bulan setelah proses khitbah tsb. Tanpa tau sebab jelasnyanya, akhwat nya malah membatalkan rencana pernikahan mereka di 1 bulan sebelum hari H. Ikhwan sholeh ini udah terlanjur suka sama si akhwat. Dia berdoa terus supaya akhwat ini dibalikkan hatinya sama Allah dan kembali menjalankan pernikahan sama si ikhwan. Teruuuussss doa sampai pada akhirnya si akhwatpun menikah, tapi bukan dg ikhwan sholeh ini. Dg ikhwan lain yg (mungkin) baru dikenalnya dan melamarnya. Akhirnya si ikhwan berenti berdoa krn akhwat tsb sudah menikah. Sejalannya waktu, sebulan pernikahan si akhwat dan ikhwan lain itu ternyata akhwat didiagnosis kanker payudara stadium lanjut. Sebulan pernikahan, payudara kanan diambil.Bulan berikutnya payudara kiri yg juga harus diambil. Dua bulan pernikahan, kedua payudara akhwat tsb dioperasi krn kanker tsb sudah menjalar. Ternyata, kanker ganas td gak hanya di payudara akhwat, tapi sudah menyebar hingga otak. Di bulan ketiga pernikahan, akhwat tsb lumpuh, dan di bulan keempat meninggal. Kalau diliat kisah awalnya, menyedihkan sekali ikhwan soleh ini. Hanya tinggal sebulan pernikahan, tp Allah coba dia dg batalnya pernikahan. Tp coba direnungi, betapa baiknya Allah sama dia, sayang bgt Allah sama dia. Krn kalau ikhwan soleh td menikah dg akhwat, dia tidak akan menikmati pernikahan dengan semestinya. Allah batalkan rencananya dengan caraNya dan digantikan dg yg jauh lbh baik. Ini hikmahnya buat org2 yg mau berfikir.. 

Kadang suka jd fenomena si ya kl liat org yg soleh/a bgt tp kok ya doa dia blm dikabulin ya sama Allah. Ini pemikiran yg salah loh, krn Allah itu seneng bgt kl kita “merengek” ke Dia. Dia seneng dgr doa org2 macem begini. Analoginya gini, kalo ada pengamen dg suara ancur bgt, sama suara yg enak bgt di dgr, yg mana yg dikasih uang receh duluan? Pasti yg gak enak kan suaranya. Knp? Krn kita udah “pusing” pasti dgr suaranyanya hehe. Tapi coba kl sama yg suaranya enak di dgr, trus sopan lg. Umumnya kita nungguin sampe dia selesai nyanyiin lagunya dan ngasihnya bukan receh bahkan, bisa jd uang nominal besar yg diluar ekspektasi si pengamen. Nah gitu juga Allah, semakin baik seorang hamba, Allah semakin seneng dgr doa dia, makanya Allah ulur dulu diijabah doanya supaya hamba td tetep doa sama Dia, tetep bergantung HANYA SAMA DIA. Dan nanti, pada waktunya akan dibalas dg sesuatu yang jauh lebih baik dr apa yg dia minta. Percaya deh!

Di poin ini, perlu juga dipahami bahwa kl doa sama Allah itu jgn buru2. Dan tau gak kl Allah tuh nyiptain “jalan pintas” buat hamba supaya doanya cepet sampe. “Jalan pintas” itu namanya cobaan. Ya sakit, ya musibah, ya rasa galau, semuanya itu “paksaan” supaya kita berdoa sama Allah. Hati kita dipaksa supaya bergantungnya sama Allah aja. Artinya Allah kangen sama kita. Minta kita mendekat dan curhat sama Dia aja.

Dalam doa juga ada syarat diterimanya loh, ada 9:
a. Ikhlas. Berdoa itu mesti kudu wajib ikhlas, cuma buat Dia doanya. Liat QS. 7: 29 ya. Disitu Allah minta luruskan niat cuma buat Dia, bukan selain Dia.
b. Membuka doa dengan tahmid dan shalawat. Perlu kita sadari bahwa untuk sampe di Arsy nya Allah, 7 pintu langit itu harus dibuka. Gimana caranya? Ya dg shalawat dan pujian ke Allah td. Jd sebaiknya kl mau berhajat, kudu dulu ada tahmid dan shalawatnya.
c. Khauf dan tamak sama rahmat Allah. Khauf artinya rasa khawatir atas ibadah yg dilakukan blm cukup untuk hajat yg diminta. Jd minta nya lebih khusyuk. Tamak itu maksudnya minta supaya rahmat Allah jgn diambil. Misal udah sehat, kaya, cerdas nih, ya minta sama Allah supaya pertahankan nikmat itu biar gak ilang, biar makin banyak ibadah dg kapasitas yg dimiliki. Referensinya QS. 7:56. Baca ya..
d. Menggunakan Asmaul Husna dalam berdoa. Ini suruhan Allah lgsg loh, liat QS. 7:180 ya.
e. Menjaga diri dr makanan dan minuman yg haram. Tidak akan diterima doa org2 yg hobinya mengkonsumsi yg haram2. Yakin deh!
f. Tidak meminta yg haram. “Sesungguhnya Allah itu suci, bersih, dan tidak menerima yang tidak bersih atau haram” (HR. Bukhari)
g. Muslim yg berdoa, terlebih muslim yang berdoa untuk muslim yg lain. “Tidak ada doa orang kafir yang diterima” (HR. Bukhari).
h. Tidak tergesa gesa dalam berdoa. Ciri org yg tergesa2 dalam doa itu, misal dia berkata, “Perasaan aku udah doa deh tp kok blm dikabul2 ya” lantas ia tidak lg mau berdoa sedangkan Allah sedang mempersiapkan sesuatu untuk doanya.
i. Maksimalkan tempat dan waktu mustajab untuk berdoa, antara lain: 1/3 malam, saat sujud sholat, antara sujud terakhir dan salam, saat puasa, saat menjadi musafir, saat hujan turun, antara adzan dan iqomah, saat org tua mendoakan anaknya, saat anak sholeh mendoakan org tuanya, saat muslim mendoakan muslim lainnya, di Hari Jumat saat khutbah Jumat dan antara ashar hingga maghrib.

c. Pahami bahwa bila Allah melambatkan ijabahnya doamu, itu sama artinya dengan bentuk cinta Allah padamu. Kita mah apa atuh, manusia yg kalo doa maunya dikabul cepet. Pdhl solat subuh aja leyeh2 gak tepat waktu dan gak mau jamaah di masjid (bagi ikhwan). Padahal coba deh liat kisah2 Nabi kita yg dengan sabar dan doa, Allah ijabah doanya berjuta kali lipat dr yg diminta. Ada Nabi Zakaria yg selama 70 tahun berdoa minta keturunan, ada Nabi Ayub yang berdoa selama 18 tahun atas sakit yg dideritanya, dan banyak lagi.

Dari sekian panjang penjabaran ttg doa, intinya adalah satu. Bahwa doa itu merupakan senjata Muslim. Doa itu memberikan kekuatan bagi yang lemah. Doa memberikan pemahaman dalam kebingungan. Wallahi, Allah sangat menyayangi hambaNya melebihi seorang ibu yang sedang menyusui anaknya yg telah lama hilang. Allah menyayangi manusia melebihi manusia tersebut menyayangi dirinya sendiri. Bahkan di kisah perampok yg akhirnya meninggal dikeroyok massa aja Allah masih kasih limpahan kasih sayangnya loh. Allah ambil nyawanya dalam keadaan dikeroyok supaya dia berhenti mengkonsumsi yg haram, supaya kalaupun dia nanti di neraka, bukan Jahannam tempatnya. Maha Besar Allah dengan segala nama2 baiknya, sudah sepatutnya kita manusia jd hamba yg selalu meminta pertolongan, perlindungan, kasih sayang dr Dia. Manusia mah gak ada apa2nyaaaa, wong terbentuknya aja dr cairan hina. Terus masih melangit akhlaknya? Masih ngerasa gak butuh doa? Istighfar yuk.. :)😇

Sekian sharing kajian yg alhamdulillah sempat dihadiri kemarin. Semoga bisa menjadi pengingat untuk yang menulis dan yang membaca, menjadi ladang kebaikan untuk semua, dan ada secuil manfaat di deretan hurufnya. Aamiin.

Wassalamualaikum 🙂

-Efrita Maharani Lubis-
Masjid Manarul Amal – Mercu Buana Meruya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s