[ SII ] Fiqih Jinayat – Ust. Irfan Islami LC, MH

Ruang Lingkup Agama Islam
1. Akidah
2. Syari’ah
    a. Ibadah
         – Fiqih Ibadah
    b. Mu’Amalah
        – Hukum -> Politik, Ekonomi, Sosial
           – Fiqih Jinayah
           – Fiqih Mu’amalat
           – Fiqih Munakahah
3. Akhlaq

image

Pada Jaman dahulu Nabi Muhammad SAW  menanamkan Aqidah terlebih dahulu kedalam Bangsa Arab. Ilmu Fiqih adalah Ilmu ketetapan Allah dari Alqur’an, Hadist dan ilmu Ahli . Ada hal yg boleh diperdebatkan dalam ibadah ada yg tidak. Hal-hal yg sudah jelas ditetapkan dalam Hadist walaupun tidak dijelaskan dalam Al-Qur’an. Rasulullah berkata ‘Tirulah Aku solat’. Yg boleh diperdebatkan adalah cabang cabang kecilnya saja. Fiqih Jinayah adalah Hukum Dalam Islam. Adalah ketetapan Allah yg sudah jelas Hukumnya apa saja.
Hukum Pidana Islam adalah Syariat. Syari’at adalah ketetapan Allag, baik berupa larangan maupun suruhan  yg termuat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Fiqih adalah ilmu yg  bertugas menentukan dan menguraikan norma-normaa hukum dasar yg terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadist. Sedangkan Jinayah adalah perbuatan yg syara’a baik mengenai jiwa, harta atau yg lainnya, Yg mengakibatkab seorang mukallaf mendapatkan hukumab had  qisas atau ta’zir.
Penggolonga Fiqih Jinayah
1. Qishas dan Diyat
Qishas adalah Pembalasan yg setimpal yg bersifat pembunuhan atau pencederaan Fisik yg disengaja. Diyat adalah Denda, tidak dijelaskan dalam Al-Quran tetapi di jelaskan dalam Hadist Rosul. Kaffarat adalah Santunan atau puasa 2 Bulan berturut. Al-Baqoroh : 179, An-nissa : 92,
Qishas terdapat hak Allah, hak korban dan hak wali korban.
– Disengaja -> Qishas, Diyat atau Kaffarat
Jika disengaja tetapi diberikan Pengampunan dari keluarga, maka harus membayar denda sesuai dengan Nominal dari Keluarga, minimal 100 ekor Unta. 30 Ekor Unta berumur 3 tahun, 30 Ekor Unta berumur 4 tahun, dan 40 Ekor Unta yg ada Janinnya. Harus ditanggung sendiri
– Semi Sengaja -> Diyat atau Kaffarat
Diyatnya sama seperti Sengaja tetapi boleh dibantu keluarga.
– Tidak Disengaja -> Diyat atay Kaffarat
Diyarnya 20 Ekor 1 tahun, 20 Ekor 2 tahun, 20 Ekor 3 tahun, 20 Ekor 4 tahun, 20 Ekor yg ada Janinnya.

2. Hudud
Batasan atau Hak. Tidak pidana yg sanksinya langsung di tetapkan Allah. Tidak ada pemaafan dari manusia, dari keluarga korban atau dari korban sendiri. An-Nur : 2.
– Had Zina
– Had Al-Qadzf
– Had Al-Khamr
– Had
3. Ta’zir
Hukuman yg tidak ditetapkan Oleh Allah dan Alquran dan Hadist. Tetapi merugikan org lain. Yg memberikan kewenangan adalah penguasa setempat.
– Perbuatan Maksiat.
– Perbuatan yg membahayakan Kepentingan Umum.
– Perbuatan Pelanggaran ( mukhalafah ).

Tujuan dal Hikmah penerapan Fiqig Jinat
Maqashid Syari’ah untuk menjafa atau memelihara Agama, Jiwa, Akal, Keturunan dan Harta.
Penerapan Fiqih Jinayat sebagai Hukum Positif
1. Fiqih Jinayat tidak diterapkan sebagai jukum posiif dihampir seluruh negara muslim.
2. Negara Hukum Civil Law menganut kodifikasi hukum ke dalam Perundang-undangan.
3. Hukum Perdata Islam sudah banyak diterapkan di beberapa negara berpenduduk Muslim.

Q : Pemaafan hanya berlaku hanya dalan hukum Qishas ?
A : Untuk meringankan siksaan ketika di Neraka. Yang tujuannya adalah untuk pembelajaran untuk pelaku agar tidak mengulang perbuatan dan juga agar pelaku bertaubat nasuha. Kalau Hudud walaupun sudah dimaafkan tetap harus dihukum.

Q : Babagaimana Kasus Kecelakaan yg terjadi pada anak ahmad dhani??
A : ini termasuk unsur tidak sengaja. Dan juga dibawah umur, ini tidak bisa dikenakan sama dengan biasanya.

Q :
A :

Q :
A :

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s