[ Kajian ] Saat Semua Berpaling Bag. 2 – Ust. Nuzul Dzikri

Assalamualaikum wr wb

Pada kajian kali ini masih tentang Ka’ab bin Malik. Pada saat kajian lalu tentang ka’ab bin malik yang tidak ikut perang tabuk karena urusan-urusan sepele. ka’ab mengatakan “tau gk, nabi SAW tidak sadar tentang kehadiranku. nabi baru ingat ketika sampai ke tabuk”. salah satu kampung dengan ka’ab mengatakan “ka’ab sibuk dengan dunia, dia lebih menilih santai dan tidak mengikut perang dengan kita”. mu’ad bin jabal langsung mengatakan “hei jangan asal ngomong antum”. Ini pelajaran kepada kita, kita wajib membela teman kita, ketika di Fitnah kita di klarifikasi. ini wajib dijauhkan dari api neraka. Begitu mendengar pertengkaran tersebut, nabi diam. ketika nabi sedang termenung memikirkan ka’ab, tiba-tiba ada org berbaju putih datang. Ternyata Abu qoir kamar anshori.yang dilakukan oleh Abu Quir kamr anshori, dialah orang yg tetap beramal,walaupun dicibir orang. Makanya Nabi senang. Dan orang-orang munafik yang mencaci org-org kaya, dan mencaci orang miskin yang mampu menyumbang sesuai dengan kemampuannya. Dari sini kita mendapatkan dua makna, pertama dimana orang munafik mencela kita ketika kita ingin bertaubat, atau ingin ber hijrah. maka, Allah akan mencaci orang munafik di akhirat dan dunia. orang ini tidak akan bahagia dunia dan akhirat. Tantangan terbesar hijrah adalah penghujatan. Apapun ujian kita terberat didunia, tidak sebanding dengan Nabi. Ketika kita dijauhkan kita ingat abu quisamàh, dia tidak henti hentinya memperbaiki dirinya sendiri.Kembali ke Ka’ab bin malik. ternyata pasukan romawi tidak jadi perang, mereka lebih memilih di benteng Romawi. Ternyata Nabi menang W.O. Ternyata salah satu hikmahnya, Allah hanya menguji Iman mereka. Saiton itu membuat was-was terus. Tidak seperti yang dibayangkan. Ini pelajaran kehidupan kita, tidak ada yang harus di takutkan ketika kita ber-hijrah. Ketika Nabi pulang kemadinah, seketika Ka’ab sedih dan menyesal, dia menyesal sudah menunda-nunda, lebih memilih di kota madinah. Yang menunda-nunda kita hanya DUNIA. cinta dunia adalah induk semua DOSA. Terpukau dengan dunia adalah HARAM. Kagum dengan dunia itu DOSA. Kemudian ka’ab berfikir untuk kebohongan besok biar tidak dimarahin Nabi SAW, lalu dia meminta saran dari keluarga yang cerdas dan soleh. Ka’ab tidak menyambut bisikan syetan dengan niat ingin berbohong. Akhirnya Detik itu ka’ab bertekad jujur dihadapan Nabi. Hari kepulangam Nabi pun tiba, lalu Nabi langsung solat setelah safar. ini yang kita lupakan sering kali ketika kita safar, yang pertama kali kita kunjungi adalah Masjid untum solat sunnah Safar dua rokaat. hikmahnya adalah kita besyukur ketika kita diselamatkan oleh Allah. Nabi beristigfar untuk meminta ampunan untuk orang munafik yang tidak ikut perang. dan Nabi Maafkan semuanya, hingga Ka’ab bin malik bertemu Nabi….. Bersambung untuk kajian selanjutnya

Simak Videonya disini :

[ Kajian ] Saat semua berpaling – Ust Nuzul Dzikri

Assalamualaikum wr wb

Pada saat perang tabuk 9 Hijriah dia tidak ikut perang murni karena ke khilafan, justru ke khilafan dia mengantarkan dia sebagai pahlawan dari sisi yang lain. Bagi org-org yang pernah khilaf maka cerita ini akan menginspirasi kita. Siapa beliau? Seorang anak muda Ka’ab bin Malik. Aku tidak pernah absen perang yg dilakukan rosul, kecuali perang Badar dan Tabuk, tetapi perang badar tidak dihitung karena nabi tidak berniat untuk berperang”. Beliau adalah ahli sufah / tidak punya rumah. Lalu beliau mengikuti baiat akobah. Beliau adalah 1 dari 70 org madinah yang melakukan janji terhadap rasulullah SAW. “Dan ketauilah ketika aku tidak ikut perang, aku sedang dalam performance yang baik, dan perlu diketauihi aku punya dua kendaraan”. Ini bukan masalah kekuatan. Pada perang tabuk nabi melakukan cara yang berbeda, biasanya nabi SAW tidak memberikan lokasi. tapi pada saat perang tabuk, nabi blak blakan memberitahukan tujuan. Dari madinah ke tabuk 620 Km. Dipanas yang luar biasa, suhu kita madinah bisa 50 derajat. Dan itu disengaja oleh Nabi, karena memang berat dan yang dihadapi adalah Romawi, Nabi ingin mengecek keimanan seseorang terhadap Allah SWT. Lalu respon para sahabat adalah positif, mereka antusias, Gembira luar biasa. ribuan orang ikut perang, sampai tidak terdata yang ikut perang. Disini terjadi kompetisi antara umar dan abu bakar, umar menyumbang 50% hartanya, sedangkan Abu Bakar 100% hartanya. Ali bin Abi Thalib diamanatkan oleh Nabi untuk menjaga Kota Madinah. Yang menceritakan ini adalah Ka’ad Bin Malik langsung. “ketika saya ingin belanja untuk perbekalan tetapi ketika pulang kerumah saya tidak membawa apa apa? ” Tapi kaab bingung? sampai akhir mau perang tidak juga bersiap. beliau mengandalkan dirinya dengan mengatakan “Kalau aku mau, aku bisa bersiap untuk perang”. Ketika kafilah sudah berjalan, Ka’ab masib berharap “saya masih muda, saya punya kuda, saya bisa mengejar mereka” ada saja kendala, akhirnya gk jadi ikut perang . Pelajaran  yang didapat jangan suka menunda sebuah kegiatan dan sangat percaya kepada Kekuatan dirinya. Menunda adalah “Bala tentara Iblis”. Logika yang digunakan Ka’ab sama sekali Missed atau gagal. Jangan ada kata besok untuk bertaubat, seperti penyakit yang di diamkan, maka akan terus bertambah penyakitnya. karena semakin hari semakin parah. 

Ini memberikan pelajaran, jangan kalian sering melakukan event sosial,kajian dll, lalu kita menganggap diri kita sudah benar ibadahnya? Amal soleh bukan masalah kekuatan. kita tidak ada waktu untuk belajar agama?? dan kita masih mengaku beriman kepada Allah?? Lihat yang tidak bisa ikut perang sampai menangis. Sungguh malu kita nangis karena dunia? Dari perlajaran Ka’ab, Jangan Gantungkan diri anda pada sesuatu kekuatan. Jika anda cita-cita sesuatu jangan anda merasa besar, tetaplah menjadi kecil. Selalu meminta pertolongan kepada Allah SWT. Kalau orang sekaliber Ka’ab bin Malik gagal karena mengandalkan diri bukan kepada Allah SWT. kita itu miskin kerdil dihadapan Allah.

Simak Kajiannya Disini :

[ Daily ] Makna Solat

Assalamualaikum Wr wb

Sudah lama sekali tidak membuat tulisan di Blog sendiri, rasanya kangen sekali ingin menulis lagi dan aktif di blog. Setelah menikah, banyak hal-hal baru untuk di urusi, termasuk kehidupan baru dengan istri tercinta, ditambah lagi karunia Allah SWT yang diberikan kepada keluarga kecilku ini, sungguh nikmatnya tidak ada yang bisa menandinginya.

Kenapa untuk tulisan ini saya memberi judul makna solat? sebenarnya ada apa? dalam tulisan ini saya tidak akan menyinggung soal dalil-dalil dan lainnya, karena ilmu saya masih sangat-sangat dangkal mengenai Hal ini. 

Bagi Umat Muslim melaksanakan ibadah Solat adalah Hal yang wajib dalam Agama, karena Solat merupakan tiang Agama. Setiap waktu kita solat, malah ditambah dengan ibadah ibadah solat tambahan, seperti solat sunnah lainnya. Sehabis melakukan solat, semestinya dirikita dan tingkah laku kita sedikit demisedikit menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, tapi banyak orang yang saya temui masih juga setelah solat tidak kunjung membaik, malah cenderung memburuk. Sebenarnya yang salah apakah dalam Solat kita? atau lingkungan kita yang membuat seperti ini? banyak dilingkungan tempat saya beraktifitas setiap harinya seperti ini, ada yg solat tiap waktu tetapi masih melakukan korupsi, ada yang ibadahnya rajin sekali tetapi dia tidak tegur sapa sesama muslim, ada yang ibadahnya tepat waktu tetapi masih ber Ghibah tentang orang lain dan banyak lagi. Yang saya fikirkan adalah apakah yang mereka lakukan untuk beribadah kepada Allah SWT tidak merubah sikap mereka? begitu juga saya sendiri masih banyak penyakit hati dalam diri saya. Sepertinya ada yang salah dalam lingkungan nya dan diri pribadi masing-masing. Mudah – mudahan Allah SWT dapat memberikan Hidayah kepada saya dan lingkungan saya untuk dapat berubah menjadi lebih baik.