[ Kajian ] Saat semua berpaling – Ust Nuzul Dzikri

Assalamualaikum wr wb

Pada saat perang tabuk 9 Hijriah dia tidak ikut perang murni karena ke khilafan, justru ke khilafan dia mengantarkan dia sebagai pahlawan dari sisi yang lain. Bagi org-org yang pernah khilaf maka cerita ini akan menginspirasi kita. Siapa beliau? Seorang anak muda Ka’ab bin Malik. Aku tidak pernah absen perang yg dilakukan rosul, kecuali perang Badar dan Tabuk, tetapi perang badar tidak dihitung karena nabi tidak berniat untuk berperang”. Beliau adalah ahli sufah / tidak punya rumah. Lalu beliau mengikuti baiat akobah. Beliau adalah 1 dari 70 org madinah yang melakukan janji terhadap rasulullah SAW. “Dan ketauilah ketika aku tidak ikut perang, aku sedang dalam performance yang baik, dan perlu diketauihi aku punya dua kendaraan”. Ini bukan masalah kekuatan. Pada perang tabuk nabi melakukan cara yang berbeda, biasanya nabi SAW tidak memberikan lokasi. tapi pada saat perang tabuk, nabi blak blakan memberitahukan tujuan. Dari madinah ke tabuk 620 Km. Dipanas yang luar biasa, suhu kita madinah bisa 50 derajat. Dan itu disengaja oleh Nabi, karena memang berat dan yang dihadapi adalah Romawi, Nabi ingin mengecek keimanan seseorang terhadap Allah SWT. Lalu respon para sahabat adalah positif, mereka antusias, Gembira luar biasa. ribuan orang ikut perang, sampai tidak terdata yang ikut perang. Disini terjadi kompetisi antara umar dan abu bakar, umar menyumbang 50% hartanya, sedangkan Abu Bakar 100% hartanya. Ali bin Abi Thalib diamanatkan oleh Nabi untuk menjaga Kota Madinah. Yang menceritakan ini adalah Ka’ad Bin Malik langsung. “ketika saya ingin belanja untuk perbekalan tetapi ketika pulang kerumah saya tidak membawa apa apa? ” Tapi kaab bingung? sampai akhir mau perang tidak juga bersiap. beliau mengandalkan dirinya dengan mengatakan “Kalau aku mau, aku bisa bersiap untuk perang”. Ketika kafilah sudah berjalan, Ka’ab masib berharap “saya masih muda, saya punya kuda, saya bisa mengejar mereka” ada saja kendala, akhirnya gk jadi ikut perang . Pelajaran  yang didapat jangan suka menunda sebuah kegiatan dan sangat percaya kepada Kekuatan dirinya. Menunda adalah “Bala tentara Iblis”. Logika yang digunakan Ka’ab sama sekali Missed atau gagal. Jangan ada kata besok untuk bertaubat, seperti penyakit yang di diamkan, maka akan terus bertambah penyakitnya. karena semakin hari semakin parah. 

Ini memberikan pelajaran, jangan kalian sering melakukan event sosial,kajian dll, lalu kita menganggap diri kita sudah benar ibadahnya? Amal soleh bukan masalah kekuatan. kita tidak ada waktu untuk belajar agama?? dan kita masih mengaku beriman kepada Allah?? Lihat yang tidak bisa ikut perang sampai menangis. Sungguh malu kita nangis karena dunia? Dari perlajaran Ka’ab, Jangan Gantungkan diri anda pada sesuatu kekuatan. Jika anda cita-cita sesuatu jangan anda merasa besar, tetaplah menjadi kecil. Selalu meminta pertolongan kepada Allah SWT. Kalau orang sekaliber Ka’ab bin Malik gagal karena mengandalkan diri bukan kepada Allah SWT. kita itu miskin kerdil dihadapan Allah.

Simak Kajiannya Disini :

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s